Apa Itu Murji’ah?

Pengertian Irja’ dan Murji’ah

Menurut Bahasa Al-Irja` memiliki beberapa arti,

1. Al-Irja` dengan makna harapan seperti pada firman Allah:

وَتَرْجُونَ مِنَ اللّهِ مَا لاَ يَرْجُونَ

”…sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan”.(QS. An-Nisa/104)

Maknanya adalah,>kalian memiliki harapan kepada Allah yang tidak dimiliki oleh mereka<.

2. Al-Irja` dengan makna takut seperti pada firman Allah:

مَّا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَاراً

”Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah.” (QS.Nuh/13)

Maknanya adalah >mengapa kalian tidak takut terhadap adzab Allah<

3. Sedangkan Al-Irja` dengan makna mengakhirkan seperti pada firman Allah:

…أَرْجِهْ وَأَخَاهُ…

“Beritangguhlah dia dan saudaranya…”(QS. Al-A`raf /111)

Makna “arjih” di sini adalah >akhirkanlah<

Menurut Istilah

Adapun Irja` menurut istilah adalah :

”Mengakhirkan amal dari nama Iman”

Murji`ah adalah firqah sesat yang berpendapat dan meyakini bahwa:

1. Amal tidak masuk dalam nama iman,

2. Kemaksiatan tidak membahayakan iman seseorang,  sebagaimana ketaatan tidak bermanfaat terhadap kekafiran seseorang.

Tinjauan Historis Awal Mula Faham Murji’ah

Pada akhir masa Khulafaur Rasyidin (periode Ali bin Abi Thalib – Mu`awiyah bin Abi Sufyan) mulai muncul berbagai macam bid`ah.  Bid`ah pertama yg muncul adalah Khawarij yang serta merta di susul oleh Rafidhah dan keduanya menyelisihi Ahlus Sunnah dalam masalah Imamah (kepemimpinan) danKhilafah serta berbagai amalan dan hukum syariat lain yang berhubungan dengannya.

Setelah Yazid bin Mu`awiyah meninggal dunia maka kekuasaan kaum muslimin terpecah-belah dimana Ibnu Zubair berkuasa di Hijaz,Bani Al-Hakam di Syam dan Mukhtar bin Abi Ubaid seta yang lainnya di Iraq. Sementara Sahabat yang masih tersisa pada waktu itu antara lain ialah Abdullah bin Abbas,Abdullah bin Umar,Jabir bin Abdillah,Abu Sa`id Al-Khudri,Watsilah bin Al-Atsyqa dan beberapa orang lainnya.(1)

Ketika muncul bid`ah Qadariyah dan Murji`ah pada masa itu maka mereka para Sahabat yang masih hidup seperti Ibnu Abbas,Ibnu Umar,Jabi,Watsilah bin Al-Atsyqa dan selainnya membantah bid`ah itu sebagaimana mereka pada waktu sebelumnya telah membantah Bid`ah Khawarij dan Rafidhah sebelumnya.(2)

Bid`ah Murji`ah ini pertama kali muncul yaitu pada masa Tabi`in yang tepatnya ketika berakhirnya pemberontakan Ibnul Asy`ats. Hal ini dapat dilihat lewat penjelasan Qatadah bin Dama`ah As-Sadusi dimana Ia berkata: “Irja` (pemikiran Murji`ah),muncul setelah kekalahan Ibnul Asy`ats (tahun 83 H).(3)

Yang pertama kali mengatakan Irja` (mengakhirkan amal dari iman) ialah  Dzarr bin `Abdullah al-Murhabi al-Hamdani.

Kemudian setelah itu muncul pendapat yang mengatakan bahwa iman hanya sebatas perkataan saja. Orang yang pertama kali mengatakannya adalah  Hammad bin Sulaiman, dia adalah Syaikhnya Abu Hanifah.

Demikian juga Imam Al-Bukhari telah membawakan bukti tentang keberadaan Murji`ah ini pada masa Tabi`in dengan membawakan satu Riwayat dari Zubaid.(4)  Dari keterangan itu dapat diambil catatan bahwa bid`ah Murji`ah telah ada sekitar tahun 82 – 99 Hijriyah. Ibnu Hajr Al-Atsqalani mengomentari riwayat dari Imam Al-Bukhari ini dengan berkata : “Ini menunjukkan bahwa bid`ah Murji`ah ini sudah berlangsung sangat lama”.(5)

Berdasarkan riwayat-riwayat tersebut,maka dapat disimpulkan bahwa kemunculan bid`ah Murjiah ini telah ada sejak masa-masa generasi terbaik Ummat ini.

Komentar Para Ulama Tentang Faham Murji’ah

1. Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib:

“Berhati-hatilah dengan pemikiran Irja` karena ia merupakan cabang dari pemikiran kaum Nashrani.” (6)

2. Ibrahim An-Nakha`i:

“Menurutku sesungguhnya fitnah mereka (murji`ah) lebih aku takuti dari fitnah Al-Azariqah (khawarij).” (7)

3. Muhammad bin Muslim Az-Zuhri :

“Tidak ada satupun perbuatan bid`ah yang lebih berbahaya bagi pemeluknya (kaum Muslimin) daripada bid`ah ini,yaitu al-Irja`.” (8)

4. Yahya bin Sa`id dan Qatadah berkata sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Auzai”:

”Menurut pendapat Ulama tidak ada bid`ah yang lebih ditakutkan atas Ummat ini daripada bid`ah al-Irja`.” (9)

5. Mansur bin Mu`tamir As-Sulami:

“Aku tidak berpendapat seperti pendapat Murji`ah yang sesat lagi bid`ah” (10)

6. Malik bin Anas bin Malik:

Terdapat beberapa riwayat yang menunjukkan tentang sikap dan pemikiran beliau terhadap Murji`ah antara lain:

a. Tidak melakukan perdebatan maupun pernikahan dengan mereka (Murji`ah)

b. Membantah dan menjelaskan kebathilan Madzhab Murji`ah.

c. Tidak mengkafirkan mereka disebabkan pemikiran dan perbuatan bid`ah mereka tersebut. (11)

7. Ahmad bin Hanbal

Dalam sebuah dialog,beliau pernah ditanya: ”siapakah orang Murji`ah itu?”

Beliau menjawab: ”orang Murji`ah,yaitu yang mengatakan bahwa iman itu hanyalah perkataan belaka.”

Beliau juga ditanya tentang orang yang mengatakan bahwa iman itu hanya merupakan perkataan,lalu beliau menjawab: ”Yang demikian inilah perkataan ahlul Irja`. Perkataan bid`ah tidak pernah disampaikan para salaf dan orang-orang panutan kita.” (12)

8. Abu Abdillah Muhammad bin Bathah al-Akburi:

”berhati-hatilah kalian –rahimakumullah- terhadap orang yang berkata ”saya Mu`min di sis Allah”, ”iman saya seperti imannya Jibril dan Mikail”. Mereka ini semuanya adalah Murji`ah yang sesat,menyimpang dan berpaling dari agama.” (13)

9. Syaikh Albani:

Memasukkan Murji`ah dalam kelompok ahlul hawa dan ahlul bid`ah.(14)

10. Lajnah Ad-Daimah lil Buhuts al-`Ilmiyyah wal Ifta dalam fatwa no.21436,tanggal 8 Rabiuts Tsani 1421 hijriyyah:

”Tidak diragukan lagi bahwa pemikiran ini (Murji`ah) adalah kebathilan dan kesesatan yang nyata,menyelisihi Al-Qur`an,Sunnah dan Ijma` Ahlus Sunnah wal Jama`ah,sejak dahulu sampai sekarang. (15)

Sekte-sekte Pecahan Murji’ah

1. Jahmiyyah Murji`ah.

Mereka yang mengatakan iman hanya sebatas pengertian atau pengetahuan saja. Dan sebagian Ulama Salaf telah mengkafirkannya dengan sebab ke-jahmiyyah-an mereka.

2. Al-Karamiyyah

Mereka adalah yang membatasi iman hanya pada perkataan dengan lisan tanpa keyakinan dalam hati.

3. Murji`ah Fuqaha`

Mereka adalah yang mengatakan, iman itu keyakinan dalam hati dan perkataan dengan lisan. Lalu mereka mengeluarkan amal dari nama iman.

4. Al-Asya`irah (al-Asy`ariyyah)

Mereka adalah yang mengatakan bahwa iman hanya sebatas pembenaran saja.

Iman Menurut Murji’ah

Murji`ah berpendapat bahwa :

1. Iman merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dibagi,

2. Iman juga tidak bertambah dan tidak berkurang,

3. Tidak sah istits na` dalam menyatakan keimanan dan

4. Amal bukan merupakan bagian dari iman.

5. Melakukan dosa besar dan meninggalkan kewajiban tidak menghilangkan iman sedikitpun.

Bahaya Pemikiran Murji’ah

1. Dapat memporak-porandakan persatuan ummat dengan bid`ah yang diusungnya tersebut. Sebab suatu perbuatan bid`ah jika muncul maka pelakunya pasti akan membela perbuatan perbuatan bid`ahnya tersebut,sementara Sunnah Rasulullah pasti akan ada pendukung yang menegakkannya. Dengan perseteruan ini maka ummat akan terpecah.

2. Dapat membuat pemilik faham (aqidah) ini masuk dalam kategori 72 golongan yang diancam masuk neraka (seperti dalam hadits al-firaq yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud).

3. Pemikiran murji`ah yang masuk pada masyarakat akan membuat masyarkat tidak mau patuh pada hukum dan Syariat Allah. Karena pemikiran ini maka Hukum-hukum Islam menjadi hilang sehingga menjadi penyebab manusia berpaling dan tidak mengagungkan syariat Allah.

4. Mereka berdusta atas nama Allah karena mereka menganggap orang yang telah bersyahadat maka tidaklah rusak keimanannya dengan dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang dia lakukan. Mereka pula mengatakan bahwa keberadaan orang yang baik dan takwa itu sama saja dengan keberadaan seorang yang fajir karena mereka menganggap iman itu tidak bertambah dan tidak berkurang serta tidak memiliki cabang-cabang.

5. Kaum Murji`ah banyak mengatakan bahwa amal tidaklah mempengaruhi keimanan,sehingga akhirnya banyak orang yang mengatakan: ”ah..,yang penting hatinya.” Lalu perbuatan maksiyat yang dilakukan itu akhirnya seakan-akan tidak mempengaruhi keimanannya.

6. Pemikiran Murji`ah ini dapat memancing orang-orang yang rusak untuk membuat dan menambah kerusakan dalam agama ini,danmembuat orang merasa tidak terikat dengan syariat sehingga akan menambah kemaksiatan dalam jiwa kaum Muslimin. Bahkan akan sangat bisa memancing kaum Muslimin untuk melakukan perbuatan kufur dan syirik dengan alasan itu hanya berupa amalan yang tidak mengganggu keimanan.

7. Menghilangkan semangat Jihad Fii Sabilillaah dan Amar Ma`ruf Nahi Munkar.

8. Menyamakan kedudukan orang yang Taqwa dengan orang yang fasiq, menyamakan orang Shalih dan orang Thalih,sebab menurut mereka amalan shalih tidaklah mempengaruhi keimana seseorang sebagaimana kemaksiatan tidak mempengaruhi keimanan.

Ciri-ciri Murji’ah Yang Paling Menonjol

1. Mereka berpendapat, iman hanya sebatas penetapan dengan lisan,atau sebatas pembenaran dengan hati,atau hanya penetapan dengan pembenaran.

2. Mereka berpendapat, iman tidak bertambah dan tidak berkurang,tidak terbagi-bagi,tidak bertingkat-tingkat dan iman semua orang adalah sama.

3. Mereka mengharamkan istitsn` (mengucapkan saya beriman insya Allah) di dalam iman.

4. Mereka berpendapat, orang yang meninggalkan kewajiban dan melakukan perbuatan haram (dosa dan maksiyat) tidak berkurang imannya dan tidak merubahnya.

5. Mereka membatasi kekufuran hanya pada pendustaan dengan hati.

6. Mereka menganggap bukanlah suatu kekufuran amalan-amalan yang merupakan kekufuran yang nyata seperti mencela Allah dan Rasul-Nya maupun Syariat Islam,dan mereka mengatakan bahwa hal itu bukanlah suatu kekufuran melainkan merupakan pendustaan dalam hati saja.

Sudah Bebaskah Anda Dari Pemikiran Murji’ah

Berikut ini adalah syarat-syarat terbebasnya seseorang dari bid`ah Murji`ah atau dengan kata lain bahwa siapa yang mengatakannya maka menunjukkan indikasi bahwa orang ini masih bersih dari pemikiran Irja`.

1. Mengatakan bahwasanya iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang.

2. Menyatakan bahwa dosa-dosa akan membaayakan walaupun masih ada keimanan dan dosa-dosa itu dapat mengurangi keimanan.

3. Menyatakan boleh mengucapkan ”insya Allah” dalam keimanan.

4. Menyatakan bahwa kekufuran bisa terjadi pada amalan-amalan anggota badan.

5. Menyatakan bahwa iman adalah perkataan dan perbuatan.

=============================================================

1. Majmu Al-Fatawa (10/354)

2. Majmu Al-Fatawa (10/356-357)

3. Al Ibanah `an asy-Syariat al firqatun Najiyah wa mujanabat al-furqah al madzmumah (2/889)

4. HR.Bukhari/kitab Al-Iman/bab:Khauful Mu`min min an yahbitha `amaluhu wahuwa laa yasy`uruun/no.48.

5. Fathul Bari (1/112)

6. dibawakan oleh al-Lalikai dalam Syarh Ushul I`tiqad

7. Al-Ibanah (2/885)

8. Ibid

9. Ibid (2/886)

10. Ibid

11. Manhaj Al-Imam Malik fi Itsbat al-Aqidah,hlm.507.

12. Firaq Mu`ashirah tantasibu ilal Islam (2/975)

13. Ibid (2/899)

14. Silsilah Alhadits As Shahihah (6/1274)

15. Juga terdapat dalam kitab At-Tibyan li Alaqat al-Amal bi Musamma al-Iman karya Ali bin Ahmad bin Suyuf, Maktabah al-Ulum wal Hikam Cetakan pertama tahun 1425 H, hlm.282-287

Sumber (http://uswah.net)

About these ads

Perihal lataghdhab
Herbal Shop Al-Khair | Mudah, Aman dan Amanah | Segala Kebaikan Obat Ada di Thibbun Nabawi dan Herbal Alami :: FORMAT PEMESANAN LEWAT SMS :: Jenis Produk, Jumlah#Nama#Alamat (RT/RW, Kel/ Kec, Kodepos)#No. HP#Bank KIRIM KE 081210110323. Barokallahu fykum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 311 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: