Allah Menunggu Kita

TIDAK ada pekerjaan terpenting dalam kehidupan kita kecuali menunggu datangnya shalat, dan menyegerakan shalat. Dalam satu dialog ada yang bertanya kepada saya tanpa sadar kita sering memberi perintah kepada Allah. ”Tahu ga ustadz, perintah apa tuh kira-kira ?.”

Saya memilih diam. Menikmati nasihat yang sedang datang ke saya. Sejak awal bicara, saya memilih belajar saja. ”Perintah yang dimaksud, perintah tunggu” katanya. Pembicaraan saat itu sedang membicarakan shalat tepat waktu. Saya langsung merespon membenarkan. ”Iya juga. Perintah tunggu Ya ???”

“Coba aja lihat”, kata orang ini. “Ketika Allah memanggil, lewat muadzin, kita masih asyik dengan dunia kita. Tidak sadar Allah sudah memanggil kita untuk sujud dan ruku menghadap-Nya. Sebagian lagi mendengar, tapi tidak bergerak. Sebagiannya malah tidak bisa lagi mendengar”.

Tertutup oleh kesibukannya bekerja, berusaha dan mencari dunia. Benar. Rupanya kita ini memberi satu pengkodean terhadap Allah, di hampir di setiap lima waktu shalat. Yaitu pengkodean perintah ”tunggu”. Luar biasa. Jadilah Allah ”menunggu” kita. Sungguh tidak ada pantas-pantasnya. Masa Allah disuruh menunggu kita, iya ga ?” Perintah “Tunggu” Tidak ada yang lebih penting di dunia ini yang harus kita kerjakan kecuali shalat. Shalatlah pekerjaan utama kita, sedang yang lainnya adalah pekerjaan sambilan.

Apa yang terjadi dengan diri Anda ketika Anda mendengar azan ? Apakah langsung bergegas memenuhi panggilan azan tersebut, lalu melaksanakan shalat? Atau biasa-biasa saja? Kalau Anda tidak segera bergegas menyambut seruan itu, maka ketahuilah kita termasuk kategori memberi perintah kepada Allah. Yaitu perintah ”tunggu” itu.

Perintah ”tunggu” kepada Allah ini berarti, ”Tunggu ya, saya sedang melayani pelanggan”, ”Tunggu ya, saya sedang nyetir”, ”Tunggu ya, saya sedang menerima tamu”, ”Tunggu ya, saya sedang menemani klien”, ”Tunggu ya, saya sedang rapat.”

”Tunggu ya, saya sedang dagang nih”, ”Tunggu ya, saya sedang belanja”, ”Tunggu ya, saya sedang belajar”, ”Tunggu ya, saya sedang ngajar, ”Tunggu ya, saya sedang merokok, ”Tunggu ya, saya sedang di tol, ”Tunggu ya, saya sedang dalam terburu-buru, ”Tunggu ya, saya sedang tidur, ”Tunggu ya, saya sedang bekerja. Dan seterusnya.

Coba aja berkaca kepada diri sendiri, dan kebiasaan ketika menghadapi waktu shalat. Perintah tunggu inilah yang kita berikan kepada Allah. Azan berkumandang,,, “Allahu akbar, Allahu akbar” Bukannya kita bergegas menyambut seruan itu, malah Allah kita suruh menunggu…!!!

Siapa Kita … ???

Iklan

Perihal lataghdhab
Herbal Shop Al-Khair | Mudah, Aman dan Amanah | Segala Kebaikan Obat Ada di Thibbun Nabawi dan Herbal Alami :: FORMAT PEMESANAN LEWAT SMS :: Jenis Produk, Jumlah#Nama#Alamat (RT/RW, Kel/ Kec, Kodepos)#No. HP#Bank KIRIM KE 081210110323. Barokallahu fykum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: