Imam Abu Hanifah (80 H/699 M – 50 H/767 M)

Namanya Nu’man bin Tsabit bin Zhuthi’ lahir tahun 80 H/699 M di Kufah, Irak, sebuah kota yang sudah terkenal sebagai pusat ilmu pada zamannya. Ayahnya seorang pedagang besar, sempat hidup bersama Ali bin Abu Thalib radhiallahu ‘anhu. Abu Hanifah kadang menyertai ayahnya saat berdagang, tetapi minatnya untuk membaca dan menghafal Quran lebih besar.

Abu Hanifah mulai belajar dengan mendalam ilmu qiraat dan bahasa Arab. Bidang ilmu yang paling diminati ialah hadits dan fikih. Abu Hanifah berguru kepada asy-Sya’bi dan ulama lain di Kufah. Jumlah gurunya di Kufah dikatakan mencapai 93 orang. Beliau kemudian berhijrah ke Bashrah berguru kepada Hammad bin Abi Sulaiman, Qatadah, dan Syu’bah, saat itu sebagai Amir al-Mukminin fi Hadits (pemimpin umat dalam bidang hadits), beliau diizinkan mulai mengajarkan hadits.

Di Mekah dan Madinah beliau berguru kepada ‘Atha’ bin Abi Rabah, Ikrimah, seorang tokoh di Mekah murid Abdullah ibn ‘Abbas, ‘Ali bin Abi Thalib, Abu Hurairah dan Abdullah ibn ‘Umar Radhiallahu ‘anhu. Kehandalan Abu hanifah dalam ilmu-ilmu hadits dan fikih dikenal Ikrimah sehingga disetujui menjadi guru penduduk Mekah.

Abu hanifah kemudian meneruskan pengajiannya di Madinah bersama Baqir dan Ja’afar as-Shaddiq. Kemudian belajar juga kepada Malik bin Anas, tokoh di Madinah ketika itu.

Saat guru kesayangannya Hammad meninggal dunia di Bashrah pada tahun 120 H/738M, Abu Hanifah diminta menggantikannya sebagai guru dan tokoh agama di Basrah. Abu Hanifah juga berdagang. Beliau amat bijak dalam mengatur antara dua tanggung jawabnya ini, seperti dijelaskan oleh salah satu muridnya, al-Fudhail ibn ‘Iyyad.

“Abu Hanifah seorang ahli hukum, terkenal dalam bidang fikih, kaya, suka bersedekah kepada yang memerlukannya, sangat sabar dalam pembelajaran baik malam atau siang hari, banyak berdiam diri, sedikit berbicara kecuali ditanya sesuatu masalah agama, pandai menunjuki manusia kepada kebenaran dan tidak mau menerima pemberian penguasa.”

Pada zaman pemerintahan Abbasiah, Khalifah al-Mansur memintanya menjadi qadhi (hakim) kerajaan, tetapi ditolak sehingga dipenjara. Abu Hanifah meninggal dunia pada bulan Rajab 150 H/767 M dalam penjara karena keracunan. Shalat jenazahnya dilangsungkan 6 kali, tiap kalinya terdiri tidak kurang dari 50.000 orang.

Perihal lataghdhab
Herbal Shop Al-Khair | Mudah, Aman dan Amanah | Segala Kebaikan Obat Ada di Thibbun Nabawi dan Herbal Alami :: FORMAT PEMESANAN LEWAT SMS :: Jenis Produk, Jumlah#Nama#Alamat (RT/RW, Kel/ Kec, Kodepos)#No. HP#Bank KIRIM KE 081210110323. Barokallahu fykum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: